Category: Tips diving

Tips Berfoto Yang Aman Saat Diving

diving-indonesiaWarna-warni karang di bawah laut memang selalu menggoda mata dari penyelam ketika mulai turun ke dasar laut. Ikan-ikan kecil hingga hewan laut seperti ikan giru atau biasa dikenal dengan sebutan ikan badut (Amphiprion ocellaris) biasa hidup di karang laut bisa menjadi yang menarik untuk objek foto.

Travel Blogger yang juga seorang penyelam yang sudah mendapatkan lisensi, Marischka Prudence menuturkan kegiatan penyelaman bisa berpotensi merusak terumbu karang jika tidak dilakukan dengan benar. Satu di antaranya seperti, terinjak kaki dan patah karena disentuh.

“Terumbu karang itu sebetulnya nggak boleh dipegang. Ada beberapa terumbu karang yang lembek dan mudah patah, satu sentimeter aja tumbuhnya butuh waktu 5 sampai10 tahun,” jelas Marischka

Menurut Marischka, kalau para penyelam ingin berfoto bersama dengan terumbu karang, penyelam sebaiknya mengatur jarak aman. Marischka menyebutkan, jarak paling aman untuk berfoto dengan terumbu karang adalah sekitar jarak satu lengan atau.
diving
“Kalau berenangnya masih belum bisa lancar, jaga jarak aja. Kalau udah dekat sama terumbu karang, tenang aja jangan panik. Yang penting jangan terlalu banyak gerak,” kata dia.

Marischka kemudian mengatakan jika seorang penyelam harus mengetahui batas kemampuan dirinya sendiri ketika sedang menyelam.

Mantan reporter stasiun televisi swasta ini memberi saran kepada para penyelam untuk tidak selalu ingin mendapatkan foto yang dianggap bagus dengan pengetahuan yang minim.

Indonesia sendiri memang memiliki terumbu-terumbu karang yang beraneka ragam. Seperti yang ada di Taman Nasional Wakatobi, terdapat lebih dari 112 jenis karang yang terdiri dari 13 famili, antara lain Acropora formosa, A Hyacinthus, Psammocora profundasafla, Pavona cactus, Leptoseris yabei, Fungia molucensis, Lobophyllia robusta, Merulina ampliata, Platygyra versifora, Euphyllia glabrescens, Tubastraea frondes, Stylophora pistillata, Sarcophyton throchelliophorum, dan Sinularia spp hidup harmonis bersama penghuni bawah laut lainnya. Bentuk-bentuknya karang laut juga sangat menarik untuk dilihat.


Kesalahan umum diver pemula

diving untuk pemula

diving untuk pemula

Sebagai seorang diver (penyelam) pemula, tentu saja ada kesenangan dan kebanggan tersendiri dalam mencoba sesuatu yang baru. Seringkali hal ini membuat para diver berbuat kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan.

– Terburu-buru

Jangan terlalu memaksakan diri ketika pertama kali menyelam. Luangkan waktu lebih untuk mengecek ulang peralatan diving yang akan digunakan seperti yang telah diajarkan instruktur. Ingat aturan ‘buddy check’ agar anda bisa saling mengingatkan satu sama lain.

Ketika masuk ke dalam air, turunlah secara perlahan dan berhentilah sejenak setiap beberapa meter untuk adaptasi tubuh.

Diver yang berpengalaman biasanya sangat rileks karena mereka sudah memahami, melakukan sesuatu diluar kemampuan tubuh bisa saja membahayakan.

– Pilihlah peralatan diving yang bagus

Peralatan diving yang anda gunakan merupakan investasi jangka panjang jika anda nantinya rutin diving, peralatan diving yang bagus tentunya mempunya tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan yang murahan.

Asalkan selalu dirawat dengan benar, perlengkapan diving umumnya akan awet bertahun-tahun. Tanyakan kepada ahlinya, peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk diver seperti anda karena beda karakteristik maka alat-alat yang diperlukan juga akan berbeda.

– Jangan ragu untuk bertanya

Adalah hal yang lumrah jika seorang pemula mempunyai banyak pertanyaan seputar diving, bahkan diver berpengalaman pun terkadang masih mempunyai pertanyaan yang membingungkannya.

– Jangan terlalu melakukan banyak hal di bawah air

Ketika tiba saatnya anda menyelam, usahakan jangan melakukan banyak aktivitas karena anda masih dalam tahap penyesuaian dan perlu memperhatikan lingkungan sekitar seperti daya apung, kapasitas tabung oksigen maupun posisi anda terhadap rekan menyelam, karang dll.

Cobalah menyelam beberapa kali dahulu sebelum melakukan aktivitas seperti mengambil foto/video di bawah air karena anda akan cepat lelah.

– Terlalu lama vakum menyelam

Kesalahan terbesar seorang diver adalah terlalu lama vakum setelah sukses mendapatkan sertifikat menyelam, anda akan kehilangan sentuhan diving.

Jika memungkinkan, rencanakanlah aktivitas diving anda segera setelah sukses mendapatkan sertifikat diving, anda bisa juga bergabung dengan klub diving lokal di tempat anda tinggal. Yang terakhir, usahakanlah diving minimal beberapa kali dalam setahun.